Halo Makassar (1) : Pantai Losari di Minggu Pagi

Tadi malam, sebelum berangkat mas-mas kernet kembali menanyakan kami akan turun dimana. Waktu kami bilang akan menuju ke Pantai Losari, mas-mas kernet langsung menyarankan kami untuk turun di dekat fly over supaya lebih dekat menuju ke Losari. Okay  no problemo.

Begitu turun dari bus di fly over subuh keesokan harinya, kami langsung disambut oleh beberapa supir taksi, ojek, bentor dsb yang menawarkan jasa. Dengan muka bego baru bangun tidur dan sebel karena topi saya hilang di bus, kami ikut saja waktu diajak Bapak-Bapak supir taksi, padahal belum nego harga.

 

Benar saja, begitu masuk taxi, si bapak supir taksi tidak mau pakai argo. Awalnya beliau langsung minta 50ribu, setelah kami tawar lumayan bisa dapat diskon 5ribu. Dan ternyata jarak dari fly over ke pantai Losari ini tidak begitu jauh, paling hanya 5-10 menit berkendara.

Begitu turun, Subhanallah.. masjid Amirul Mukminin bagus sekali terlihat di bawah cahaya subuh. Refleks kami langsung mengeluarkan kamera untuk jepret-jepret. Terlihat beberapa jamaah yang baru selesai menunaikan shalat masjid. Beberapa di antara mereka juga langsung foto-foto selfie dengan background masjid.

DSCF0528
Masjid Amirul Mukminin di waktu subuh. Aslinya jauh lebih keren daripada hasil jepretan saya ini.

Selesai foto-foto, kami langsung masuk masjid untuk solat subuh dan sekalian mandi. Kalau kemarin kami mandi di pom bensin, hari ini alhamdulillah tempat mandinya lebih oke. Hehe.

Tidak lama setelah kami selesai mandi dan naik ke atas untuk solat subuh, ada mas-mas takmir yang mengingatkan kami untuk mempercepat kegiatan karena masjid akan segera ditutup. Mungkin memang tradisi disini, masjid hanya dibuka ketika waktu solat saja. Benar saja, pas ketika kami keluar gerbang masjid, ada sepasang bapak ibu yang akan masuk masjid tapi dilarang oleh petugas karena masjid akan ditutup. Untung saja kami tepat waktu.

Dari Masjid Amirul mukminin, kami jalan kaki ke Pantai Losari yang ada di sebelahnya persis. Ternyata sedang ada car free day – baru ingat kalau sekarang hari minggu. Dan yang luar biasanya adalah ada senam massal – senam poco-poco, yang diikuti oleh banyak sekali orang. Sepertinya hampir semua warga makassar datang pagi-pagi ke Pantai Losari ini untuk mengikuri senam poco-poco bersama. Tua muda, wanita pria, semuanya dengan semangat ber-poco-poco bersama di pinggir pantai Losari.

DSCF0546
Balenggang pata-pata, ngana pi goyang pica-pica.. ngana pe bodi… poco-poco…

Kami? Tentu saja ikut.

Ikut foto-foto orang yang sedang senam dan berfoto dengan landmark nama kota yang ada di sekitar Losari. Hahaha

Tidak lama kemudian, perut sudah mulai keroncongan. Berjalanlah kami ke Pusat kuliner yang persis di seberang pantai Losari. Karena Gadis masih sakit gigi, kami beli bubur. Semangkuk buat berdua, supaya tidak terlalu kenyang, jaga-jaga kalau nemu makanan enak lain. Hehe.

20170416_063902
Menu sarapan wajib : Bubur Ayam!

Sambil sarapan, kami berpikir mau diapakan tas ransel kami ini, yang sudah bertambah gendut diisi dengan oleh-oleh dari Toraja kemarin. Baru kepikiran kenapa tadi pagi kami tidak berhenti di bandara dulu, bersih-bersih sambil titip tas (FYI, ada penitipan tas di bandara, 11 ribu untuk 1 hari), baru berangkat lagi ke Makassar. Tapi kalau jadi dengan cara ini, mungkin kami sudah kesiangan untuk masuk ke Masjid Amirul Mukminin. Mau titip teman kantor yang penugasan di Makassar, ternayat sedang pulang ke Jawa.

Lalu Gadis teringat Ibu Winda.

Iya, Ibu Winda yang kemarin naik perahu bareng di Rammang-Rammang.

Bismillah, Gadis langsung menelpon Ibu Winda, untungnya Ibu Winda membolehkan kami menitipkan tas di rumahnya. Untungnya juga ada gojek yang stand by dekat Losari. Bayar ongkos kirim 30ribu, masalah tas ransel beres.

Dengan tidak membawa gembolan tas ransel besar, perjalanan kami di sekitar Losari lebih mudah. Di tengah jalan menuju benteng Fort Rotterdam, saya menemukan ada toko bernama ‘KIOS SEMARANG’. Sayang tokonya masih tutup. Tapi lumayan jadi bisa foto-foto disini. Hehe…

DSCF0569
Jauh-jauh kesini, ketemunya Semarang lagi 🙂

Tidak lupa kami foto-foto di beberapa landmark di sekitar area pantai, sebelum pindah ke tujuan berikutnya : Benteng Fort Rotterdam.

DSCF0540
Jam 5.30 pagi. Pantai Losari ramai sekali….
20160224123336_IMG_1325
Sekitar jam 9. Semakin siang, semakin panas, semakin sepi…

20160224121707_IMG_1306

20160224122415_IMG_1312

DSCF0555

DSCF0550
Ngga nemu foto versi lengkapnya. Mestinya City of Makassar. 🙂

DSCF0542

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s