Ngapain di Toraja? (2) : Jelajah Makam di Gua Londa

Dari Ke’te’ Kesu, kami kembali lagi ke pertigaan kerbau albino. Baru jam 11 pagi, tapi kami sudah merasa lapar lagi. Agak susah mencari warung yang bisa kami singgahi. Untunglah tidak berapa lama kemudian menemukan warung kecil di pinggir jalan milik ibu Amsar, bertuliskan bismillah dan ada tulisan halal. Bismillah ini aman untuk kami.

DSCF0371
RM Amsar penyelamat perut yang keroncongan

Warung ibu Amsar ini semacam warteg kalau di Jawa. Kami mengambil lauk secara prasmanan, ada ayam, ikan, dsb. Nanti oleh pemilik warung akan dibawakan nasi 1 bakul, mangkok besar berisi sayur tumis kangkung, dan 2 piring kosong ke atas meja. Dan 2 gelas air putih. Pas lah ini dengan selera kami.

DSCF0368
Menu makan siang. Serasa di rumah sendiri.

Kenyang, kami melanjutkan perjalanan ke Londa. Kami berkendara sekitar 15 menit dari warung Ibu Amsar, sampai kami menemukan Plang penunjuk arah ke Londa. Untungnya disini banyak penanda ke tujuan wisata, memudahkan kami supaya tidak menyasar.

Londa

DSCF0375
Jejeran peti mati, tengkorak, dan perlengkapan pemakaman lainnya.

Kami sampai di Londa sekitar jam 12. Disini sudah mulai ramai. Tujuannya memang mencari keramaian, supaya tidak terlalu seram. Hehe

Begitu memarkir motor, ada seorang mas-mas mendekati kami, menawari jasa guide. Oke lah, pikir kami. Supaya tidak menyasar nanti di dalam gua. Guide yang menemani kami ini namanya Mas Yan. Menurut cerita dari Mas Yan, hanya ada 2 marga yang boleh ‘dikubur’ di Londa – maafkan saya lupa nama marganya hehe. Mas Yan dan semua guide disini adalah keturunan 2 marga tsb. Jadi mereka bekerja sambil menjaga peninggalan leluhur.

DSCF0389
Mas Yan sang guide andalan. Aslinya ngga seram kok, ini cuma efek lampu petromaks aja 🙂

Begitu sampai di dekat gua, terlihat suasana pemakaman khas Toraja : peti mati, tengkorak, dan Tau-Tau : Patung dari kayu yang mencerminkan jenazah yang sudah meninggal – karena jaman dahulu belum ada foto untuk mengenang wajah almarhum. ‘dikubur’ di Londa disini berarti, dimasukkan dalam peti mati, sambil diberi sesajen (antara lain rokok dan uang koin), dan peti tsb dimasukkan dalam goa-goa sampai hanya tinggal tengkorak. Semakin tinggi derajat seseorang, akan semakin tinggi tempatnya di dalam goa. Peti mati tidak akan diganti, yang diganti hanya kain pembungkusnya saja.

DSCF0391
Macet. Antri keluar-masuk Gua.
DSCF0405
Pintu guanya cuma segini. Yang keluar masuk banyak.
DSCF0397
Salah satu ‘penghuni baru’ Londa.
20160223144633_IMG_1047
Saya manusia. Bukan Tau-tau 🙂
20160223144841_IMG_1048
Ini gua asli, bukan buatan. Batuan dinding gua ini kalau dipegang dingin banget, kontras sama panasnya petromax di belakang kami.
20160223150028_IMG_1062
Salah satu ‘frame’ alami favorite pengunjung. Mau foto disini harus sabar mengantri.
20160223145901_IMG_1060
Kayak lagi piknik di dalem gua hehe
20160223145429_IMG_1055
Konon katanya mereka berdua adalah sepasang kekasih yang meninggalnya barengan. Romeo-Juliet versi lokal.
DSCF0403
Jalur pintas menuju gua sebelah. tidak direkomendasikan untuk lewat sini karena celahnya kecil sekali…
DSCF0413
Gua di sebelah (tembusan dari jalan pintas tadi). Fungsinya masih sama : sebagai ‘pemakaman’ keluarga

Kami tidak terlalu lama berada di dalam goa, karena cukup banyak pengunjung yang datang dan masing-masing rombongan ditemani 1 orang guide dengan 1 lampu petromaks yang cukup panas. Gerah di dalam gua yang sebenarnya dingin.

Selesai tur dalam Gua, Mas Yan membawa kami ke bagian luar yang cukup tinggi supaya kami bisa melihat gua, utuh dari atas ke bawah. Ternyata memang benar, dari kejauhan terlihat ada beberapa peti mati di bagian atas bukit, mungkin mereka yang tadi Mas Yan ceritakan termasuk dalam golongan bangsawan.

DSCF0420
Bukit dan gua dilihat dari atas. Semakin tinggi status sosial, semakin tinggi posisi makamnya di dalam gua.

Dari Londa, kami langsung menuju Lemo. Kami kembali ke jalan besar lagi lalu belok kiri, ke arah Makale. Tinggal ikuti petunjuk jalan, dan sampailah kami di Lemo.

DSCF0421
Ketemu Tau-Tau lagi di Londa
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s