Jelajah Maros (2) : Main di Taman Prasejarah Leang-Leang

Leang-Leang

DSCF0157
Halo Leang-Leang!

Tidak jauh berkendara dari Taman Nasional Bantimurung, terdapat obyek wisata andalan Maros lainnya : Taman Prasejarah Leang-Leang. Leang sendiri artinya adalah gua dalam Bahasa bugis. Di sepanjang jalan menuju Leang-Leang banyak kami jumpai ‘leang’ yang lain tersebar di antara rumah penduduk.

Begitu sampai di lokasi Leang-Leang, yang tampak di hadapan kami adalah… BATU! Banyak sekali batu bertebaran di sekitar lokasi taman. Konon katanya batuan tersebut berasal dari bawah laut, lalu terangkat sampai ke permukaan. Di beberapa batu memang terlihat ada cangkang kerang yang menempel langsung di batu.

DSCF0162
Jalan setapak masuk ke area taman

Selain batu karst, yang unik di taman ini adalah adanya jejak manusia prasejarah yang terletak di gua. Untuk bisa masuk ke dalam gua, kami harus ditemani oleh guide setempat. Pintu masuk menuju goa dikunci, dan kuncinya dipegang oleh penjaga, untuk mencegah orang luar masuk sembarangan dan mengotori gua.

DSCF0161
Petunjuk ke arah gua
DSCF0164
mas-mas guide yang mengantar kami ke Leang Pettakere
DSCF0168
Berasa di jaman batu. Siapa tahu bisa ketemu keluarga flintstone hehe

Kami pun menuju Leang Petta’ Kere di bagian belakang taman – tempat dimana goa ini berada. Begitu kunci dibuka oleh penjaga, kami masih harus menaiki anak tangga yang cukup tinggi dan memanjat naik untuk bisa sampai di depan mulut gua.

DSCF0205
Tangga menuju gua
DSCF0172
Perjuangan belum selesai. Masih harus memanjat sedikiiiiit lagi

Ada beberapa bekas gambar telapak tangan yang konon katanya dibuat oleh manusia prasejarah yang dahulu tinggal dalam gua. Kami menghabiskan waktu sebentar di gua, sebelum akhirnya si mas guide pamit untuk sholat jumat.

20160222151605_IMG_0669
Bisa lihat gambar telapak tangan di bagian atas? konon itu adalah cap tangan penghuni gua di masa itu
20160222151914_IMG_0676
Ngga bisa ngebayangin gimana caranya tinggal di dalam gua kayak gini 😦
20160222153812_IMG_0718
setelah tanjakan pasti ada turunan…

Kami pun melanjutkan perjalanan sendiri tanpa ditemani oleh guide, karena masih banyak spot foto yang belum kami abadikan di kamera.

DSCF0193
Tomb Raider syariah? haha
20160222155820_IMG_0761
Di depan rumah khas suku bugis : atapnya pakai seng. Rumah model begini konon katanya untuk kaum bangsawan.

Begitu sampai di area Leang Petta’ Kere, sebelum memanjat naik ke gua, saya langsung merasa sedang ada di dalam Film Power Ranger. Ada yang sudah melihat Live Action Power Rangers? Pasti ingat ‘kan lokasi jurang tempat para power rangers ‘tidak sengaja’ terjatuh dan akhirnya bertemu dengan Alpha dan Zordon? Setelah mereka terjun dari jurang dan menyelam masuk ke dalam sungai, secara ajaib mereka bisa sampai di depan gua yang ternyata adalah markas para rangers. Nah, bagian depan gua tersebut persis sekali dengan penampakan bagian bawah Leang Petta’ Kere yang ada di hadapan saya saat ini.

Silahkan dibandingkan:

DSCF0210
Leang Pettakere…
619627457
markasnya power rangers (sumber : i.vimeocdn.com)

Ngga mirip ya? haha… coba lihat filmnya deh, pasti jadi lebih ngerti maksud saya.. hehe

Puas berfoto di sekitar Leang Petta’ Kere, kami kembali ke bagian depan taman yang penuh dengan batu karst. Kondisi taman cukup sepi, tidak terlalu banyak pengunjung yang datang walaupun saat itu adalah hari libur. Bagus lah, jadi kami bisa puas berfoto dengan tidak terlalu banyak gangguan haha.

DSCF0219
Air sejuk menyegarkan. Batunya pun karst begini.

Beberapa pose absurd kami di depan batu-batu :

20160222162224_IMG_0790 20160222162308_IMG_0792 20160222162327_IMG_0794 20160222162345_IMG_0796 20160222162454_IMG_0798 20160222162519_IMG_0800

Karena udara sangat panas, kami mampir membeli minuman di dekat parkiran. Yang berjualan adalah sepasang kakak-beradik, Maya dan Dewi beserta teman mereka Dafa. Yang mengejutkan harga minuman di tempat wisata seperti ini masih normal, seperti harga minuman pada umumnya. Padahal kalau di tempat saya tinggal, harga minuman bisa berkali-kali lipat jika dijual di tempat wisata seperti ini. Begitu pula ketika kami makan bakso dan batagor yang dijual di depan tempat parkir, harganya pun masih normal.

20160222170240_IMG_0847
bareng Maya, dewi, dan daffa

Setelah puas foto-foto dan capek kepanasan, kami langsung menuju masjid di seberang taman, untuk sholat dan sekalian mendinginkan ngadem. Untungnya juga di dalam masjid ada kipas angin super gede dan tersedia colokan yang bisa dipakai. Sekitar jam 3, jamaah pria mulai ada yang berdatangan untuk sholat ashar. Kami pun bergegas kembali ke parkiran. Jika tidak, mungkin sampai magrib kami bisa betah leyeh-leyeh di dalam masjid. Hehe…

DSCF0238
Warna bajunya matching! :p

Selanjutnya… menuju Rammang-Rammang!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s