Halo Makassar (1) : Pantai Losari di Minggu Pagi

Tadi malam, sebelum berangkat mas-mas kernet kembali menanyakan kami akan turun dimana. Waktu kami bilang akan menuju ke Pantai Losari, mas-mas kernet langsung menyarankan kami untuk turun di dekat fly over supaya lebih dekat menuju ke Losari. Okay  no problemo. Begitu turun dari bus di fly over subuh keesokan harinya, kami langsung disambut oleh beberapa … More Halo Makassar (1) : Pantai Losari di Minggu Pagi

Ngapain di Toraja ? (4) : Berburu Belut Purba dan Menikmati Sore di Toraja

Definisi jalan pintas yang direkomendasikan oleh mbak penjaga loket di Lemo – yang baru kami tahu beberapa saat kemudian, adalah : jalan naik-turun-mbulusuk sawah-masuk hutan-alhamdulillah akhirnya sampai dengan selamat. Ingat soundtrack film kartun Ninja Hattori? Mendaki gunung, lewati lembah. Sungai mengalir indah ke samudra. Membawa kita bertualang. Itulah jalur yang harus kami lewati untuk sampai di Tilanga’. Naik-turun gunung. Tetapi tanpa … More Ngapain di Toraja ? (4) : Berburu Belut Purba dan Menikmati Sore di Toraja

Ngapain di Toraja ? (3) : Lihat Makam (lagi) di Lemo

Lemo Rencana awalnya sih dari Londa kami akan ke Tilanga’ dulu baru ke lemo. Apa daya karena kebablasan, ya sudah kami lanjut ke Lemo dulu saja. Kami sampai di Lemo pas sedang panas-panasnya, sekitar jam 1. Hampir tidak ada pengunjung yang datang bersama dengan kami. Menurut informasi dari mba-mba penjaga loket, biasanya Lemo akan ramai di … More Ngapain di Toraja ? (3) : Lihat Makam (lagi) di Lemo

Ngapain di Toraja? (2) : Jelajah Makam di Gua Londa

Dari Ke’te’ Kesu, kami kembali lagi ke pertigaan kerbau albino. Baru jam 11 pagi, tapi kami sudah merasa lapar lagi. Agak susah mencari warung yang bisa kami singgahi. Untunglah tidak berapa lama kemudian menemukan warung kecil di pinggir jalan milik ibu Amsar, bertuliskan bismillah dan ada tulisan halal. Bismillah ini aman untuk kami. Warung ibu Amsar ini … More Ngapain di Toraja? (2) : Jelajah Makam di Gua Londa

Ngapain di Toraja ? (1) : Lihat Rumah Tongkonan di Ke’te’ Kesu

Begitu turun dari bus, kami langsung disambut oleh geng ojek dan travel Toraja. Dengan muka bantal baru bangun dari tidur panjang, kami menolak semua tawaran dan langsung menuju ke masjid terdekat. Begitu sampai di persimpangan jalan, kami hilang arah. Mau belok kemana juga tidak tahu. Di belakang kami masih ada 1 orang bapak-bapak pemilik travel … More Ngapain di Toraja ? (1) : Lihat Rumah Tongkonan di Ke’te’ Kesu

Jelajah Maros (3) : Main Air di Rammang-Rammang

Rammang-Rammang Begitu energi kami sudah terisi ulang lagi – dengan minuman dingin, leyeh-leyeh di masjid dengan kipas angin semi blower, dan semangkok bakso dan batagor, kami melanjutkan perjalanan ke Rammang-Rammang. Ternyata benar saran Pak Halim, ke Rammang-Rammang sebaiknya memang pas jika dikunjungi di sore hari, ketika matahari bersinar tidak terlalu terik. Panasnya juara! Rammang-Rammang ini … More Jelajah Maros (3) : Main Air di Rammang-Rammang

Jelajah Maros (2) : Main di Taman Prasejarah Leang-Leang

Leang-Leang Tidak jauh berkendara dari Taman Nasional Bantimurung, terdapat obyek wisata andalan Maros lainnya : Taman Prasejarah Leang-Leang. Leang sendiri artinya adalah gua dalam Bahasa bugis. Di sepanjang jalan menuju Leang-Leang banyak kami jumpai ‘leang’ yang lain tersebar di antara rumah penduduk. Begitu sampai di lokasi Leang-Leang, yang tampak di hadapan kami adalah… BATU! Banyak … More Jelajah Maros (2) : Main di Taman Prasejarah Leang-Leang